Hey, lelaki,....
Terimakasih,..
Keindahan ulikan katamu telah kuterima..
Hey, lelaki...
Makhluk yang senantiasa menaungiku dengan pelukan dan kehangatan..
Makhluk yang jadi perpanjangan tangan Tuhan, untuk menjagaku, melindungiku,
dan, menghapus air mataku..
Hey, lelaki...
Maaf kalau aku harus selalu merepotkanmu dengan bahasa isyaratku,
dengan manja hatiku
dan sedu tangisanku
Maaf kalau aku harus menggelayut tanganmu
atau bersembunyi di balik punggungmu
sewaktu-waktu ketika datang takutku...
Hey, lelaki,....
aku merasa berharga ketika kau memandang mataku,
bukan auratku
Aku merasa ditinggikan ketika kau mencium keningku, bukan bibirku
Aku merasa aman ketika kau taruh tanganmu di kepalaku, bukan di selangkanganku
Aku merasa
bagai di surga
Ketika kau mengucapkan doa dan ada namaku di dalamnya
Aku, wanitamu, berharap menjadi obat bukan racun
Penolong ketika hatimu gentar dan imanmu rapuh
Penenang ketika amarah melanda dan sakit hatimu
Ketika kau kecewa, kau malu, kau marah, aku ingin ada di sana menopang hatimu
Hey lelaki,
ketika aku manja, kau ada di sana
ketika aku marah dan melemparimu dengan sapu, kau sudah tak ada disana..
kabur? bukan..
kau berlari ke belakangku dan memelukku erat
Kau berkata, "Jangan marah..."
Dan saatku menangis, kau menatapku diam, dan berkata:
"Wanita yang cantik jangan menangis, nanti aku bisa lepas kontrol dan mengambil seluruh keindahan di dunia ini untuk hadiah tawamu..."
Hey, lelaki,
terimakasih,
telah memilih aku jadi satu-satunya meski kau bisa mengambil tiga..
telah memujiku dari puan sampai yang diraja...
telah memberiku kebahagiaan dan syukur bilamana kujalani tiap langkah hidup ini
Dan dalam segala hal,
kaulah yang utama, kaulah Tuanku, kaulah kepalaku
Kaulah yang kuhormati dan kujunjung tinggi...namun tak setinggi Tuhan..
Dan kepadamulah kuserahkan pelayananku setelah kepada Tuhan..
Mengapa?
Sebab Tuhanlah yang membawamu kepadaku
dan membuat hatiku luluh di depanmu..
Sebab Tuhanlah yang menggariskan kita demikian dan kepada kehendakNyalah aku berserah..
Kau begitu istimewa..
Kau begitu penuh wibawa
Kau begitu luar biasa
habislah sudah perbendaharaan katakataku
sampai-sampai aku tak sanggup meneruskan sanjunganku
Sekiranya kuakhiri ini di sini,
namun tidak dengan hormatku
Salam
Rusukmu yang masih keselip
sumber: kaskus.us


0 komentar:
Posting Komentar
komentar silahkan :)