Hidup memang penuh dengan kerancuan, kesalah pahaman yang tak berdasar, satu sama lain dari yang bersama tak lagi dapat bersama. Tanya kenapa? Yah memang 1 jawabannya, kemunafikan yang sudah akut. Terbayang hidup begitu damai bila dapat kembali dengan orang yang sama pada waktu itu, tapi semua hanya gambar pada air yang mudah terombang-ambing dengan sesuatu yang datang dan hilang.Hidup yang tak lagi memiliki kekuatan untuk memeluk bumi, kini hanya menunggu datangnya ke ajaiban agar dapat lagi memeluknya. Bumi yang dulu ku peluk kini acuh tak acuh, serasa menduakan kehidupan yang fana.
Rasa sesak, nafas terengah-engah. Melihat kecemburuan buta yang tak lazim, sadar.. itu adalah bumi, pelanet terindah yang besar tak mungkin kau peluk dengan kedua tangan mu yang tak berdaya itu.
Yyaaa.. aku sadar.
Hanya orang bodoh yang ingin melakukannya kembali memeluk sebuah kebohongan padahal ketidak mampuan itu sudah pasti adanya.
Hiduup adalah jalan yang kita lihat. Nikmati hidup sebagaimana mestinya. Aku nikmati sukses aku hari ini dan sekarang tidak dari jarak yang jauuuuh .. tapi saat ini. Aku mencooba bersyukur atas apa yang telah aku dapat, saat ini lebih banyak yang aku punya daripada yang aku inginkan.
Kenyataan tidak selalu sama dengan apa yang aku harapkan. Tetapi harapan membuka jalan yang lebih jelas dan realistik.
Hiduup adalah jalan yang kita lihat. Nikmati hidup sebagaimana mestinya. Aku nikmati sukses aku hari ini dan sekarang tidak dari jarak yang jauuuuh .. tapi saat ini. Aku mencooba bersyukur atas apa yang telah aku dapat, saat ini lebih banyak yang aku punya daripada yang aku inginkan.
Kenyataan tidak selalu sama dengan apa yang aku harapkan. Tetapi harapan membuka jalan yang lebih jelas dan realistik.

0 komentar:
Posting Komentar
komentar silahkan :)